Tampilkan postingan dengan label FULDKT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FULDKT. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Juli 2008


SEMANGAT DAKWAH TEKNIK SENKOMDA II

RIAU DAN KEPULAUAN RIAU


Alhamdullah, Kedatangan senkomwil ke-senkomda II merupakan salah satu agenda yang sejak awal yang sudah direncanakan, namun baru bisa dilaksanakan pada tanggal 2 juli 2008 kemaren, memang perencanaan senkomwil sendiri ada 4 orang tim senkomwil yang akan melakukan jaulah ke senkomda II , namun karena waktunya berdempetan juga dengan ujian akhir semester (UAS) yang sedang dilakasanakan Fakultas Teknik Unand, maka hanya Koordinator Senkomwil saja yang dapat berkesempatan untuk hadir dalam agenda tersebut, walaupun Akh Riza Zaimun selaku Koordinator Senkomwil baru saja kembali dari Aceh sehari sebelum keberangkatan ke Riau..benar-benar kelelahan yang tiada habisnya.

Pada hari selasa 1 juli 2008 akh riza baru saja sampai dari aceh sekitar jam 2 siangnya dan segera mengkomfirmasi seluruh tim senkomwil yang direncanakan untuk pergi kesana, namun setelah dikonfirmasi ternyata seluruh tim mempnyai jadwal ujian pada hari rabu 2 juli 2008 tersebut, kemudian akh riza langsung mengambil inisiatif untuk langsung memesan tiket pada ba’da asharnya dikarenakan pagi rabu harus berhadir disana, walaupun bangku yang ada pada saat itu yang ada bangku serap..ngak apa-apa lah yang penting sampai, bangda magrhib akh Riza langsung berangkat dan menjelang shubuh sudah sampai di Riau dan turun di depan Universitas Riau yang berlokasi di jalan Lintas Sumatera.

Setibanya di Universitas Riau, akh Riza langsung mengkonfirmasi panitia bahwa sudah berada di UNRI, 15 menit lamanya menunggu baru datang panitia dan langsung pergi ke mesjid UNRI untuk melaksanakan shalat shubuh, dan kami langsung menuju ke mes penginapan, setibanya di mes juga disambut oleh beberapa ikhwah yang lainnya dan sedikit bercerita tentang perjalanan menuju ke Riau sambil mencicipi sedikit keripik yang di beli dari Aceh, dan kemudian kembali memulihkan tenaga dengan sedikit istirahat karena acaranya akan dimulai ba’da dhuhur.

Setelah shalat dhuhur dan makan, kami langsung menuju kelokasi acara tempatnya di kampus Teknik Universitas Islam Riau(UIR) di ruangan jurusan teknik sipilnya, karena mati lampu maka acaranya dimulai agak sedikit terlambat, setibanya diruangan acaranya di buka oleh ketua senkomda II akh Harri Ardiles dan menyampai bahwa acara yang dilaksanakan ini melebihi target yang direncanakan semulanya yang hanya 80 orang ternyata yang hadir lebih dari 100 orang yang di hadiri 4 LDKT yaitu UNRI,UIR,UIN,POLTEK TELKOM, dan kemudian langsung diserahkan ke Akh Riza untuk memberikan sosilaisasi FULDKT dan sedikit melakukan pembekalan ke LDKT yang ada di Riau.

Peserta begitu antusias menanyakan tentang FULDKT dan sedikit mengutarakan kendala-kendala di LDKTnya masing-masing, sehingga waktunya diperpanjang setelah ba’da ashar, acara yang direncanakan juga melaksanakan mabit bersama, tapi sayangnya akh Riza tidak bisa mengikuti acara mabit yang dipersiapkan panitia karena harus segera pergi berangkat ke padang..karena ada ujian siang kamisnya, dan koordinatornya menyampaikan agar diadakan sosialisasi sekali lagi, agar pemahaman LDKT di riau semakin baik, terkait senkomda II di amanakan sebagai penaggungjawab MUSWIL II Wilayah Sumatera.

Kamis, 19 Juni 2008


Perjalanan Ke Aceh


Rekreasi terbaik itu adalah bekerja itulah yang di katakana Imam sehingga kamipun selaku Sentra Komunikasi Wilyah Sumatera-Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Kampus(FULDKT) melakukan perjalanan ke Nanggore Aceh Darusssalm(NAD) dalam rangka kerja dakwah yang dilakukan untuk mensosialisasikan FULDKT diseluruh Kampus Teknik di sumatera. Perencanaan awalnya yang berangkat itu adalah 4 orang namun akhirnya karma suatu dan lain hal dan kendala yang kami terima terutama masalah dana, akhriunya yang berangkat itu sebanyak 2 orang. Yaitu koordinator senkomwil sumatera akh Riza Zaimun dan Koordinator Departemen Syiar Akh Okta Firnanda.

Perjalanan yang kami lakukan sungguh perjalanan yang biasa saja, namun cukuplah untuk mengukir sejarah yang ada. Kami berangkat pada tanggal 6 februari 2008 pada jam 13:20 Wib naik Bus kurnia di By Pass..dengan mengucapkan bismillah dan melantunkan doa naik kendaraan akhirnya kami memulai perjalanan kami dari Padang, didalam perjalanan kami hampir saja dapat musibah pada jam 2 malam bus yang kami naiki rupanya naik seorang pencopet yang duduk memakai baku temple pada malam itu.Untung saja akh riza cepat bangun pada waktu itu padahal dompet beliau dah keluar tinggal di ambil saja oleh pencopet, ketika akh riza tahu dompetnya dah keluar dari sakunya, akh riza cepat-cepat untuk mengamankan dompetnya yang berisi uang untuk ongkos bus dan konsumsi di jalan…Astagfirullah..Alhamdulillah itulah yang terucap dengan muka yang agak sedikit cemas..rupanya setelah dikomunikasikan dengan penumpang yang ada, sebelum pencopet itu berjalan ke bangku kami, sudah terjadinya juga di belakang bangku kami seorang bapak-bapak yang sudah jatuh dompetnya lalu bapak itu berteriak ke kenektur bus untuk di hidupkan lampunya.

Lalu kami sampai dimedan pada jam 14:20 wib, 7 februari 2008 dan kami diturunkan di pondok kelapa pollnya Kunia untuk di transfer ke bus kurnia yang lain menuju ke Aceh..sebelum di transfer kami mandi dulu dan akh okta membelikan sedikit makanan sambil kami nikmati bersama teman lama akh riza yang ada di Medan yaitu akh Agus di waktu MAN dulu. Jam 16:30 kami berangkat dari medan menuju aceh sambil di lepaskan oleh Akh agus. Beberpa jam perjalanan kami sampai di kota banda Aceh pada jam 05:30 wib,jumat 8 Februari 2008, Kemudian kami langsung mencari Mesjid terdekat untuk melaksanakan shalat subuh..setelah shalat subuh kami langsung menghubungan ketua Forum Anuek Teknik (FUAT) Unsyiah yaitu Akh Zuhri untuk mengabarkan bahwa kami sudah sampai di kota Banda Aceh. Sepuluh menit kemudian kami di jemput akh Zuhri kemudian kami di bawa kerumah penginapan wuno, simpang BRI Darussalam. Kemudian kami di ajak sarapan pagi,Kemudian kami Istirahat sambil menunggu datangnya waktu jumat. Kemudian kami peregi ke mesjid Raya Baiturrahman untuk melaksanakan shalat jumat yang ditemani oleh akh Putra yang Sekumnya FUAT.

Setelah jumat kami langsung pulang dan kami di ajak makan siang terlebih dahulu sebelum pergi acara yang telah di persipakan, pada jam14:00 acara dimulai untuk pembukaan dan kata sambutan ketua FUAT dan kemudian langsung diserahkan oleh akh Riza zaimun selaku koordinator senkomwil untuk menyampaikan sosialisasi FULDKT, acara di selingi diskusi banyak pertanyaan dari ikhwannya yang ambisi mengetahui tentang FULDKT sehingga diskusipun dilanjutkan lagi setelah ashar.

Acara selesai sebelum waktu maghrib datang, kemudian malamnya kami melakukan silaturrahim keberapa orang teman-teman akh Riza yang ada dibanda di banada aceh, kemudian pada hari sabtunya 9 februari 2008 kami di ajak oleh panitia acara untuk pergi rihlah ke sebuah tempat rekrasi ke ujung bate, pada hari minggu 10 februari 2008, kami di jemput langsung oleh panitia Universitas Malikul Saleh Lhoksumawe, ba’da magrhib kami berangkat dengan naik mobil bulan sabit merah Indonesia(BSMI), jam 03:00 malam kami sampai di lhosumawe dan langsung istirahat di tempat penginapan yang sudah disediakan, setelah shalat subuh kami sedikit menikmati keindahan kota lhoksumawe, jam 09:00 wib acara di mulai yang langsung di buka oleh Pembantu Dekan III Fakultas Tekinik, acara sangat menarik karna di irngi dengan diskusi. Sebelum dhuhur acara selesai, ba’da dhuhur kami di ajak makan siang terlebih dahulu,kemudian baru kami mencari tiket berangkat ke medan untuk langsung berangkat ke medan.

Jam 15:00 wib kami langsung berangkat dengan naik Bus Kurnia, kemudian kami langsung menuju langsung medan, sampai di medan jam 00:30 malam, kemudian kami sedikit panik karena ngak aman juga tengah malam berada di poll Bus kurnia, kemudian akh Riza langsung menghubungi kawannya yang bernama Sutardi dan kami nginap di medan selama semalam dan besoknya jam 11:00 wib, 12 Februari kami berangkat menuju padang kembali, akh Okta turun di bukit tinggi, dan akh Riza sampai di padang pada pukul 13:00wib. Inilah perjalanan yang kami lakukan diwaktu kunjungan ke Nad.

Minggu, 15 Juni 2008

PASKA KAMPUS TEKNIK


Dalam percakapan di pinggir jalan dekat kampus.

Mas, setelah lulus kuliah mau kemana?”

tanya seorang adik kelas kepada seniornya yang baru saja di wisuda.

Sang kakak senior termenung sambil menatap langit,

Entahlah Dik, Kakak juga gak tau mau kemana setelah lulus ini. Yaah mengalir aja gitu. Daftar PNS, jadi pekerja di salah satu perusahaan, atau masuk yayasan itu semua takdir yang menentukannya, kalau kita berusaha memasukkan lamaran ke organisasi paska kampus tadi.”

Sarjana teknik dengan kemampuan akademisnya yang memiliki segudang ilmu tentang kompetensi keteknikan tetap saja tidak mampu menjawab pertanyaan sederhana dan pragmatis di atas. Apa mungkin dunia akademis masih sangat kental dengan dunia idealisme atau telalu mengkhayal sesuatu yang tinggi dan tidak dapat tercapai seperti pepatah mengatakan Bagai punuk rindukan bulan.

Ada sebuah hal yang menarik untuk disikapi seiring dengan cepatnya lulusan sarjana teknik dengan tidak diiringi sarana atau saluran berikutnya setelah lulus. Sarjana teknik yang rata-rata setiap tahunya lulus sebanyak 500 orang di satu perguruan tinggi, bila di Indonesia terdapat 100 perguruan tinggi saja yang memiliki lulusan sarjana teknik, artinya dalam satu tahun terdapat 50.000 sarjana teknik, bila tidak ditunjang dengan sarana paska kampus yang memadai maka akan terjadi pengangguran yang besar. Hal ini pun kembali kepada sarjana teknik itu sendiri, tidak hanya mengandalkan pemerintah atau perusahaan yang telah ada untuk menampung mereka bekerja, tetapi dari mereka sendirilah yang menciptakan lapangan pekerjaan minimal untuk diri mereka sendiri. Idealnya sesuai kompetensi yang mereka miliki.

Namun, bicara tentang kompetensi sarjana teknik, agaknya ada hal yang perlu dicermati sebagai suatu fenomena aneh seiring dengan kebijakan kampus itu sendiri, apakah itu?

Kurikulum yang diberikan perguruan tinggi hanya dipandang dari perspektif bisnis setelah dari kampus akan menjadi pekerja di salah satu perusahaan manufaktur maupun jasa yang sudah mapan dan establish. Maka, setting mental para sarjana teknik lebih condong pada pengembangan usaha diiringi peningkatan efisiensi dan efektifitas kerja.

Sarjana teknik tidak dapat menghasilkan sebuah produk baru maupun usaha baru sendiri yang dijadikan sebagai ladang kerjanya paska kampus sedangkan data nominal yang besar diatas tidak memungkinkan semua orang berebut pekerjaan di tempat/perusahaan yang terbatas.

Hanya ada satu cara untuk mengubah realitas yang ada yakni dengan menjadi Pengusaha/Enterpreneur/Business Owner.

Itu adalah solusi permasalahan para sarjana teknik

Aktivis Da’wah Teknik yang responsif dengan dinamika bangsa telah berkumpul dalam suatu forum untuk menyelesaikan permasalahan bangsa yang satu ini. Mereka menamakan forum itu dengan Forum Ukhuwah Lembaga Da’wah Kampus Teknik (FULDKT) se-Indonesia yang beranggotakan perwakilan Rohis (Rohani Islam) di penjuru nusantara dari Sabang sampai Merauke.

Adapun hasil dari Munas (Musyawarah Nasional) 2 FULDKT terutama komisi 3 bagian Keprofesian Teknik diantaranya:

Pengertian da’wah profesi teknik dari hasil komisi adalah da’wah pada dunia kerja yang berorientasi pada disiplin ilmu keteknikan dengan berasaskan Islam untuk kemaslahatan ummat.

Tujuan da’wah profesi teknik adalah mengaplikasikan keprofesian teknik dalam bentuk usaha-usaha serta lembaga untuk mengorganisir aktivitas dakwah teknik di kampus dan paska kampus dalam sebuah jaringan sebagai alat memperkuat ukhuwah islamiyah sehingga gerak da’wah secara nasional terarah dan terpadu dalam proses perbaikan ummat.

Ini artinya kita tidak lagi harus masuk pada perusahaan orang lain, tapi kita berusaha menciptakan lapangan kerja baru/bentuk perusahaan.

Apakah pendapat ini bisa diterima? Sepakat?

Ok, kalau sepakat bahwa kita harus menjadi pengusaha, lalu bagaimana caranya memulai bisnis dengan kompetensi kita?

Caranya adalah

  1. Kita bebaskan pemikiran dari beban pengakuan akan kesarjanaan kita. Artinya kita jangan mengharap agar dengan kemampuan kita dan kalau saja bekerja ditempat orang kita akan mendapatkan kepastian gaji per bulan dan sistem kerja yang sudah jelas atau impinan akan pekerjaan yang ideal sesuai back ground pendidikan saat kuliah. Karena kita saart ini akan memulainya dari nol maka jadikan kita menerima realita apa adanya dngan bersikap sewajarnya.
  2. Kita mulai rencanakan sistem kerja kita. Berbicara tentang sistem maka yang dimaksud adalah input, process, output dan feed back. Maka setiap hal tersebut harus disiapkan.
  3. Menentukan aktivitas usaha kita. Jenis usaha jangan terlalu ideal dengan kompetensi kita saja, namun kita hidup di alam realita membutuhkan adanya investasi, pengelola dan pasar. Maka tiap item harus dijabarkan dan akan menjadi peluang bisnis kita diawalnya
  4. Kembangkan bisnis sesuai dengan kekuatan kita
  5. Arahkan potensi bisnis kita mengikuti kompetensi dan hal yang kita sukai, sebab bisnis tergantung keminatan seseorang agar dapat ditekuni secara maksimal.
  6. Jalin hubungan dengan personal atau orang yang berpikiran sama dengan kita untuk menjadi tim bisnis kita.
  7. Dirikan perusahaan berbadan hukum seperti CV. maupun PT
  8. Kuatkan posisi tawar dengan melakukan komunikasi relational dengan perusahaan, birokrasi maupun LSM sesuai dengan core bisnis kita
  9. Profesionalkan kerja dengan melakukan standardisasi pekerjaan kita
  10. Jalin hubungan relasional dengan perusahaan sejenis untuk mengadakan konsorsium maupun merger.
  11. Kembangkan usaha yang bervariasi di sekitar fokus bisnis kita.
  12. Sinergikan kebutuhan satu unit bisnis kita dengan unit bisnis kita yang lainnya dan buka peluang agar dapat menjadi perusahaan terbuka
  13. Biarkan perusahaan kita dikelola orang, kita dapat duduk dibagian komisaris maupun pemegang sahamnya saja dan selanjutnya mengembangkan bisnis lainnya yang hanya butuh investasi
  14. Selamat menikmati bisnis Anda. Biarkan uang bekerja untuk kita.

GELOMBANG BESAR ITU BERNAMA DAKWAH KAMPUS AKADEMIS

(oleh : Wisnu Ananda*)

Prolog

Suatu sore di sebuah masjid, seorang ikhwan yang merupakan aktivis dakwah di sebuah kampus di Yogyakarta sedang berdiskusi dengan adik kelasnya satu SMU yang masih kuliah semester tiga di kampus yang sama namun berbeda fakultas.

“Dek, di kampusnya aktif dimana ?”, tanya ikhwan itu kepada adik kelasnya.

“Ah, enggak Mas, saya nggak aktif koq.”

“Lho, kenapa emangnya ?”

“Abis sekarang kuliah mahal banget. Jadi kalo mo ikut kegiatan takut ntar ngganggu kuliah. Saya paling cuma ikut kegiatan di jurusan aja. Soalnya kalo di jurusan kan juga bisa ngembangin ilmu juga. Lagian kalo ikut di jurusan nggak begitu ngganggu kuliah.”

Dakwah kampus akademis, suatu keniscayaan

Fragmen cerita di atas merupakan sebuah kisah nyata yang belakangan banyak terjadi di kalangan mahasiswa, terutama angkatan 2003 dan 2004. Si ikhwan sempat berpikir, sepertinya cukup “egois” juga adik kelasnya. Cuma mau ikut kegiatan kalau itu menguntungkan dirinya dan tidak merugikannya. Bagaimana kalau diajak ikut berorganisasi yang harus ngurusin orang lain dan butuh tenaga ekstra ? Gejala ini nampaknya akan terus terjadi mengingat biaya kuliah yang makin mahal. Di Fakultas Teknik UGM misalnya, mahasiswa angkatan 2004 dikenai biaya Rp 75.000,00 per SKS !! Ditambah lagi dengan adanya percepatan masa studi lulus kuliah empat tahun.

Lalu, apa yang harus kita lakukan sebagai aktivis dakwah ? Ingatlah, sesunguhnya salah satu karakteristik dakwah Islam yang kita usung adalah sifatnya yang syumuliyah (lengkap dan integral) dan mustaqbaliyah (berorientasi masa depan). Jelas, dengan keintegralannya dakwah kampus harus mampu menyentuh sisi akademis ini. Dan dakwah akademis memiliki orientasi masa depan yang jelas, yaitu dakwah profesi. Inilah dua poin kebutuhan penting yang merupakan urgensi perlunya dakwah akademis.

Pada hakikatnya dakwah akademis merupakan bagian dari dakwah secara keseluruhan yang mau tidak mau harus mulai kita gulirkan. Hal ini mengingat betapa pentingnya dakwah akademis seperti pentingnya dakwah di berbagai lini dakwah kampus lainnya. Dakwah kampus akademis merupakan bagian dari ekspansi dakwah yang sebelumnya telah digulirkan, yaitu dakwah di ranah musholla (LDK) dan ranah sosial politik (lembaga kemahasiswaan).

Kebutuhan akan dakwah kampus akademis ini sangat mendesak, mengingat semakin banyaknya kelompok mahasiswa yang cenderung memilih jalan study oriented. Komunitas mereka dianggap sebagai mahasiswa yang apatis, pragmatis, dan apolitis. Kita tidak dapat menyalahkan jalan yang mereka pilih dalam menjalani hidup ini yang memang menyediakan begitu banyak jalan. Yang jelas tanpa disadari pada mahasiswa yang seperti ini terdapat potensi yang begitu besar untuk terjun dalam medan dakwah, tanpa harus kehilangan impian mereka yang memilih jalan study oriented.

Disanalah tantangan bagi kita untuk memfasilitasi dan membimbing mereka agar dapat berjalan bersama kita di medan dakwah. Sehingga semua komunitas di kampus teknik dapat tersentuh oleh dakwah kita.

Arahan dakwah kampus akademis

Visi dakwah kampus akademis yaitu dakwah kampus yang berakar kuat pada potensi keilmuan dan kreatifitas kader-kader dakwah dengan memanfaatkan seluruh fasilitas akademis kampus secara optimal dalam suatu gerak dakwah yang rapi, sistematis, dan profesional. Tujuannya yaitu menghimpun sebanyak mungkin kuantitas pengusung dan pendukung dakwah yang merupakan orang-orang yang profesional di bidangnya dan berafiliasi dengan Islam.

Adapun misinya dapat dijabarkan ke dalam enam hal. Nasyrul fikroh, yaitu memberikan pewarnaan terhadap lingkungan akademis kampus sesuai dengan fikroh Islam. Kaderisasi, yaitu mencetak kader-kader dakwah kampus yang berakhlak mulia, berwawasan luas, serta profesional di bidangnya. Aktualisasi, yaitu seluruh potensi kader diaktualisasikan dalam aksi-aksi intelektual, baik teori maupun praktek, di lingkungan intra maupun ekstra kampus dan masyarakat umum. Penataan, yaitu dakwah akademis sebagai salah satu lini dakwah bergerak bersama-sama secara sinergis mengemban dakwah dengan lini lain. Pembelajaran dan pengalaman konflik, yaitu sebagai bentuk sarana pendewasaan berpikir dan mencari solusi dalam menyelesaikan problem yang terjadi dalam berinteraksi sosial dan berorganisasi. Jaringan, yaitu membentuk jaringan akademisi dan profesi pasca kampus.

Dakwah kampus akademis melingkupi keseluruhan aktivitas dakwah kampus di lingkungan akademis kampus. Mulai dari himaprodi, HMJ, kelompok studi, kegiatan penelitian dan laboratorium, kegiatan tutorial, asistensi mata kuliah dan praktikum, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kegiatan akademis kampus lainnya.

Bercermin pada kondisi kampus teknik yang pada umumnya terdiri dari berbagai jurusan, dipandang perlu untuk menata kondisi internal yang solid dan dapat mendukung setiap pergerakan. Untuk itu keberadaan penanggung jawab tiap jurusan sangat diperlukan, dengan harapan dalam berkoordinasi tiap jurusan nantinya tidak menemukan hambatan. Namun bila kondisi di jurusan masih belum memungkinkan, maka bisa dimulai dari tingkatan fakultas yang pada umumnya jumlah kadernya lebih banyak daripada di jurusan.

Sebuah tawaran …

Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Kampus Teknik (FULDKT) yang terbentuk sejak bulan April 2003 juga telah melangkah maju menapaki dakwah kampus akademis ini, khususnya di bidang keteknikan. Pada Munas II FULDKT di Malang tanggal 11-13 September 2004 yang lalu terdapat tiga buah komisi yang dibentuk, salah satunya adalah Komisi Keilmuan Teknik (komisi II). Latar belakang dibentuknya komisi ini yaitu belum berkembangnya dakwah keilmuan teknik pada hampir semua LDKT di Indonesia. Padahal kebutuhan terhadap pakar keilmuan teknik yang berkompetensi tinggi dan berwawasan Islam sangat mendesak untuk menjawab berbagai tantangan dakwah yang berkembang saat ini, baik skala nasional maupun internasional. Selain itu juga diperlukan kerjasama dan jaringan yang luas dalam mengusung dakwah keilmuan teknik ini agar perkembangannya semakin cepat dan posisinya semakin kokoh.

Dalam rangka memperjelas arahan dakwah keilmuan teknik serta memberikan motivasi kepada setiap LDKT agar mengembangkan dakwah keilmuan teknik, maka ditunjuklah sebuah pilot project di tingkatan nasional yang diamanahkan kepada Keluarga Muslim Teknik (KMT) UGM, melalui BSO (Badan Semi Otonom) akademisnya yang bernama Cendekia Teknika. Selain itu untuk mempermudah dalam memperluas jaringan, baik secara horizontal (antar LDKT) maupun vertikal (lembaga studi/riset nasional), direncanakan akan dibentuk sebuah lembaga/forum koordinasi bernama IIME (Institute of Indonesian Moslem Engineering). IIME ini nantinya akan mewadahi seluruh wajihah akademis di kampus teknik seluruh Indonesia.

Kami selaku pengemban pilot project mengharapkan partisipasi aktif antum semua untuk mengembangkan dakwah keilmuan teknik ini, terutama di kampusnya masing-masing. Kami membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin berbagi informasi dan berdiskusi tentang hal ini. Silakan kirimkan email ke : ananda_wisnu@yahoo.com . Jangan lupa sertakan identitas antum (nama, kuliah, asal LDKT, amanah, dan nomor yang bisa dihubungi).

Don’t forget with our basic

Ada satu hal penting yang harus kita perhatikan saat kita melakukan ekspansi dakwah : penjagaan asholah (keaslian) dakwah. Dalam konteks dakwah akademis, pengembangan dakwah yang dilakukan haruslah tetap berpijak dan bertumpu pada nilai-nilai dakwah. Artinya, kita jangan terlalu terjebak pada pengembangan keilmuan semata. Hal ini akan berimbas dengan jelas saat melakukan proses kaderisasi. Jika pada saat menawarkan dakwah akademis ini kepada para mad’u (obyek dakwah) kita nilai-nilai keilmuannya terlalu ditonjolkan, sedangkan nilai dakwahnya kurang, maka hal itu kurang baik untuk perkembangan dakwah ke depan. Okelah pada saat-saat awal bisa saja mad’u yang terekrut cukup banyak dengan program-program yang kita tawarkan. Tapi suatu saat nanti ketika para mad’u mulai merasakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan tidak memberikan manfaat lagi bagi akademis mereka, maka dengan mudah mereka akan melepaskan diri. Disinilah perlunya penanaman frame dakwah kepada mereka. Jadi sejak awal mereka harus sudah mulai dikenalkan dan dibimbing bahwa pada dasarnya semua aktivitas yang kita lakukan, termasuk dalam sisi akademis, haruslah bernilai dan bertujuan untuk dakwah. Tentu saja dalam hal ini kita tetap memperhatikan prinsip tadarruj (bertahap) dan tawazun (seimbang) serta tidak melupakan nilai-nilai ukhuwah.

Epilog

Saat ini perkembangan dakwah di Indonesia telah semakin meluas, bahkan telah sampai ke tingkatan legislatif dan eksekutif. Ada sebuah info menarik dari salah seorang kader dakwah yang berada di Depatemen Pertanian (Deptan). Beliau memberitahukan bahwa dibutuhkan 14 pejabat tinggi eselon satu (setara PNS gol. IV d – IV e) untuk mengisi struktur di Deptan. Nah, ternyata baru satu orang kader dakwah yang memenuhi kualifikasi tersebut ! Dengan jumlah SDM yang sangat terbatas tersebut, bukankah akan cukup menyulitkan gerak dakwah di Deptan itu sendiri ?! Bagaimana pula halnya dengan bidang-bidang yang lain ? Ternyata kondisinya tidak jauh berbeda.

Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kompetensi diri agar bisa menjadi engineer yang handal dan berakhlak Islami. Mari kita tekuni bidang kita dengan sungguh-sungguh dan jadikanlah Islam dihormati kembali sebagai pembawa rahmat bagi semesta alam. Wallahu a’lam bishshawwab.

* Ketua Komisi II (Komisi Keilmuan Teknik) Munas II FULDKT Malang, 11-13 September 2004

Mahasiswa Teknik Elektro UGM angkatan 2001

PENGUATAN DAKWAH KETEKNIKAN DALAM MENYONGSONG

ERA BARU

Oleh: M. Yudhy Herlambang*

Dakwah adalah sebuah aktivitas yang mulia untuk sebuah tujuan yang mulia pula. Sebuah tujuan yang amat besar yaitu tegaknya kalimat Allah di muka bumi ini. Dakwah bukanlah tugas yang ringan, pada jalannya terbentang begitu banyak rintangan, duri dan kerikil yang siap mencabik-cabik tapak kaki para penyeru-penyerunya. Padanya terdapat beban yang mampu mematahkan tulang punggung (Fi Zhilalil Qur’an, Sayid Qutub). Karenanya, dakwah tidak mungkin dihasung seorang diri, diperlukan adanya amal jama’i untuk merealisasikan tujuan-tujannya. Sebagaimana firman Allah dalam surat As Shaff : 4 “ Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dalam barisan seperti bangunan yang kokoh”. Ali ra.juga pernah berkata, “ Kejahatan yang terorganisir akan mampu mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir”. Demikian pula dakwah kampus, ia harus teratur dengan baik agar misinya tidak dikalahkan oleh siasat musuh- musuh Islam. Agar para mahasiswa yang diharapkan akan memegang tampuk kepemimpinan bangsa yang akan datang dapat mengecap manisnya Iman dan Islam untuk diaplikasikan dalam masa kepemipinannya kelak . Alasan ini serta beberapa dalil naqli di atas dan banyak lagi dalil lainnya menjadi landasan syar’i akan pentingnya keberadaan LDK ( Lembaga Dakwah Kampus ) sebagai sebuah lembaga yang mewadahi kader-kader dakwah kampus untuk bergerak bersama dalam sebuah amal jama’i untuk menghasung tugas dakwah yang mulia.

Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Kampus Teknik ( FULDKT ) amat menyadari peran penting LDK terhadap proses penyebaran nilai Islam di Kampus, khususnya internal kampus teknik yang menjadi fokus pembahasannya. Oleh karena itu dalam Munas II yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya Malang, 11-13 September yang lalu dibentuklah komisi khusus untuk membahas tentang ke-LDKT-an disamping dua komisi lain yang membahas tentang dakwah akademis dan profesi. Pembahasan Komisi I menjadi penting karena bagaimana mungkin dakwah memperluas ranahnya pada bidang akademis dan profesi sementara inti geraknya sendiri belum mapan.

Diskusi panjang Komisi I pada waktu itu menitik beratkan pada dua masalah utama, yaitu: pengembangan dan pengokohan jaringan. Dua aspek inilah yang akan coba saya ulas dalam tulisan ini.

PENGEMBANGAN JARINGAN

Di awal tadi telah saya sampaikan betapa pentingnya keberadaan lembaga dakwah kampus di setiap kampus teknik, idealnya tentu demikian. Tapi pada kenyataannya tidak setiap kampus teknik di Indonesia memiliki LDKT . Berangkat dari kondisi ini maka Komisi I FULDKT merekomendasikan sebuah program pengembangan jaringan kepada Munas II FULDKT .

Ide utamanya adalah bagaimana FULDKT dapat berperan dalam upaya pendirian LDKT di kampus-kampus teknik yang belum memiliki lembaga dakwah resmi. Harapannya ketika seluruh kampus teknik di Indonesia telah memiliki LDKT, maka isu-isu yang dilontarkan FULDKT kaitannya dengan dakwah keteknikan akan benar-benar menjadi isu nasional – bukan segelintir pihak saja - sehingga memiliki daya penetrasi yang lebih kuat terhadap opini publik. Di samping itu tentunya perkembangan syiar ke-Islaman di kampus-kampus tersebut akan semakin meningkat.

Untuk merealisasikan program ini disusunlah langkah-langkah gerak sebagai berikut:

a. Pendataan Kampus teknik yang belum memiliki LDKT

b. Uji kelayakan

Dari data kampus teknik yang belum memiliki LDKT di atas dilakukan analisa mana saja kampus teknik yang layak di dampingi dalam usaha pendirian LDKT. Hal ini didasarkan pada realitas bahwa tidak setiap kampus teknik memiliki faktor-faktor pendukung untuk mendirikan LDKT, diantaranya tentang kondisi SDM, sikap birokrasi kampus, dll. Untuk kampus-kampus yang lolos uji kelayakan akan segera didampingi untuk pendirian LDKT.

c. Upaya lewat jalur formal dengan menghubungi Dirjen DIKTI agar merekomendasikan adanya LDKT di setiap kampus teknik.

d. Memahamkan ADKT (Aktivis Dakwah Kampus Teknik) akan pentingnya LDKT.

Ada kalanya sebuah kampus memiliki sejumlah aktivis dakwah tetapi tidak tergabung dalam sebuah LDKT, masing-masing melakukan aktivitas dakwahnya secara infiradhi. Untuk jenis kampus macam inilah diperlukan pendekatan dan motivasi kepada para aktivis dakwahnya akan pentingnya LDKT.

PENGOKOHAN JARINGAN

Program pengokohan jaringan adalah upaya menyetarakan kualitas LDKT-LDKT yang menjadi anggota FULDKT. Hal ini penting untuk memasifkan gerakan dari FULDKT itu sendiri. Teknis yang disepakati ialah melalui pendampingan dari LDKT mapan kepada LDKT yang belum mapan.

Komisi I telah melakukan pembahasan tentang parameter kemapanan sebuah LDKT dan menghasilkan beberapa kriteria LDKT mapan dan belum mapan, meliputi kondisi SDM, eksistensi lembaga, sarana-prasarana yang dimiliki, dan frekuensi kegiatan syiarnya. Dengan adanya parameter yang jelas maka diharapkan program ini dapat dijalankan dengan lebih mudah. Selanjutnya untuk meningkatkan kualitas kader dakwah pada sisi profesionalitas lembaga dan bekal dakwahnya disepakati beberapa strategi sebagi berikut:

a. Standarisasi pelatihan manajerial

b. Upaya memperjelas & mengefektifkan alur kaderisasi sesuai karakteristik masing-masing LDKT.

c. Pelaksanaan kegiatan syiar bersama antar LDKT dalam satu wilayah.

Kedua program di atas harapannya akan memperkuat aspek ke-LDKT-an yang akan mendukung pula gerak FULDKT di wilayah akademis dan profesi teknik. Pelaksanaannya akan dikoordinir oleh SENKOMNAS (Sentra Komunikasi Nasional) FULDKT dalam hal ini SKI FT Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Barangkali ini sekelumit informasi yang bisa saya bagi pada antum wa antuna pembaca Shohwah yang setia. Saya akhiri uraian ini dengan harapan semoga Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita semua untuk senantiasa mengabdikan segala yang telah dikaruniakan-Nya untuk dakwah ilallah. Memberikan ridho-Nya pada setiap langkah kita dalam meninggikan kalimat-Nya, mengampuni dosa kita dan menunjuki kita pada jalan yang dicintai-Nya. Agar setiap peluh yang menetes dan setiap darah yang tercecer menjadi saksi syahidnya jiwa-jiwa kita, Insya Allah !!

*Penulis adalah ketua komisi I Munas II FULDKT

Sekarang menjabat sebagai Ketua Bidang Kaderisasi SKI FT UNS

Sabtu, 14 Juni 2008

Landasan FULDKT

LANDASAN Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Kampus Teknik:
1। Bahwa segenap potensi wajib dioptimalkan untuk menyukseskan da’wah yang mulia, termasuk potensi mahasiswa teknik,
2। Bahwa permasalahan LDFT adalah bagian dari agenda da’wa yang harus diselesaikan,
3. Bahwa amal jama’I merupakan bagian dari prinsip harokatul islamiyah untuk menjaga keberlangsungan da’wah (QS. Ali Imron : 103–104),
4. Berangkat dari persamaan tanpa mengabaikan kekhasan dari masing-masing LDK Teknik dan medan da’wahnya, perlu untuk membentuk hubungan kerja sama sebagai wahana memperoleh kemanfaatan yang lebih besar.

KETERLIBATAN SUMATERA DALAM FULDKT

KETERLIBATAN SUMATERA DALAM FORUM UKHUWAH LEMBAGA DAKWAH KAMPUS TEKNIK

Rasa Syukur yang tak akan terlupakan pada-Nya. Selawat yang tak akan pernah putus atas manusia mulia, manusia paling jujur, manusia pemberani, manusia tercinta, manusia yang segala realita dan edialita, manusia yang seandainya kita berada di sampingnya pasti kita akan memeluknya dengan sangat erat yaitu Muhammad SAW, satu-satu qudwah hasanah dalam setiap perjuangan. Dan juga tidak lupa lupa rasa bangga dan terimakasih kami kepda akhi dan ukhti di seluruh Indonesia yang telah bergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus Teknik (LDKT), yang telah merintis sebuah amanah besar, sebuah agenda besar yang sangat kita harapkan mampu memberikan banyak mamfaat bagi gerak langkah dakwah kita kedepan.

Dalam amanah inilah Sumatera juga memberikan kontribusinys dalam dakwah Keteknikan ini, yang terhimpun pada mulanya bernama Silaturahim Nasional Lembaga Dakwah Kampus Teknik (SNLDKT) yang pada tanggal 18-20 April 2003 Keluarga Muslim Teknik UGM mencoba memfasilitasi sebuah pertemuan tingkat Nasional antara LDK Teknik yang tersebar di Indonesia dengan harapan besar dari sana akan terbentuk sebuah jaringan kerja antara LDK Teknik se-Indonesia, dan untuk menuju kesana dipikirkanlah rancangan Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Kampus beserta perangkat-perangkatnya, yang akhirnya di bahas dalam Munas I SNLDKT.

Memang, Sumatera baru bisa mengirimkan dari satu Universitas saja, yaitu Keluarga Mahasiswa Islam Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya (KALAM FT UNSRI), yang mengirimkan 4 orang sebagai delegasi untuk menghadiri Munas I di UGM dalam SNLDKT. Pada saat itu jalur komunikasi Nasional di bagi dalam VIII(delapan) Wilayah dan sumatera menjadi Sentra Komunikasi Wilayah I (SENKOMWIL I), dan KALAM FT UNSRI langsung ditunjuk sebagai penanggungjawab SENKOMWIL I Sumatera.

Senkomwil I Sumaterapun mulai untuk meningkatkan kontribusi dalam dakwah keteknikan ini. Sehingga Sumatera bisa mengirimkan delegasinya dari 3 universitas yang ada di sumatera untuk menghadiri Munas II dalam Forum Lembaga Dakwah Teknik(LDKT) yang dilaksakan pada tanggal 11-13 September 2004 di Universitas Brawijaya malang Jawa Timur, tiga kampus tersebut yaitu, KALAM FT UNSRI yang mengirimkan 4 delegasi, Forum Studi Islam Teknik Universitas Andalas (FORISTEK UNAND) yang mengirimkan satu delegasi saja dan AL-IQRO Institute Teknologi Medan(ITM) yang juga mengirimkan satu delegasi.

Kurang lebih selama tiga tahun KALAM FT UNSRI menjadi penanggungjawab SENKOMWIL I Sumatera dan Senkomwil I pun melaksanakan Musyawarah Wilayah I Forum Ukhuwah Lembaga dakwah Kampus (MUSWIL I FULDKT) yang dilaksanakan digedung Pasca Sarjana Unsri pada tanggal 3-5 september 2006 yang diikuti oleh KALAM FT UNSRI, PORSIPOL UNAND,Unipersitas Muhamadiyah Pelembang (UMP) dan FORISTEK UNAND sendiri.

Pada saat pelaksanaan MUSWIL I FULDKT Sumatera, Senkomwil mulai memikirkan perangkat-perangkat yang akan dilaksanakan untuk dua tahun mendatang, hasil dari MUSWIL I yaitu:

  • Perluasan Jaringan Internal dan Eksternal
  • Internal : LDKT yang ada di sumatera
  • Eksternal : Lembaga-lembaga lain yang dapat menjadi pendukung
  • Membentuk IIME (Institute of Indinesion Moslim Enginering) wilayah Sumatera
  • Membentuk GST (Global Science and Tekhnologi) Wilayah Sumatera
  • Berkoordinasi dengan GST Pusat : UNS
  • Berkoordinasi dengan IIME pusat: Cendikia Teknik KMT UGM
  • Sosialisasi FULDKT di kampus-kampus
  • Mengkoordinir seluruh Elemen di bawahnya
  • Fasilitator Kegiatan Dakwah Keteknikan Tingkat Sumatera
  • Mobilisasi LDKT ke munas

Maka untuk mempermudah koordinasi dan komunikasi Senkomwil I, maka wilayah Sumatera di bagi dalam 5 Sentra komunikasi Daerah(SENKOMDA), mencakup SENKOMDA I yaitu wilayah NAD dan Sumatera Utara, SENKOMDA II mencakup Sumatera Barat dan Jambi, SENKOMDA III mencakup wilayah Riau dan Kepulauan Riau,SENKOMDA IV mencakup Sumatera Selatan,bangka belitung dan bengkulu, sedangkan SENKOMDA V yaitu Lampung. Dari hasil MUSWIL I inipun diamanahkan Forum studi Islam Teknik Universitas Andalas (FORISTEK UNAND) sebagai penanggungjawab Senkomwil I pada priode 2006-2008 mendatang.

Berakhir Muswil I, kemudian langsung di sambut dengan pelaksanaan Munas III yang di adakan pada tanggal 9-11 september 2006 di Universitas Indonesia (UI) depok. Senkomwil I juga menghadirkan tiga Universitas, namun mengalami peningkatan jumlah Orang. FORISTEK UNAND mengirimkan 4 delegasi , KALAM FT UNSRI mengirimkan 4 delegasi, dan FOSSI FT UNILA mengirimkan 2 delegasi yang secara keseluruhan di hadiri oleh 139 ikhwah dari 30 lembaga Dakwah Kampus Teknik di Indonesia.

Belum banyak yang bisa dilakukan Sumatera dalam dakwah Teknologi ini, paling tidak sumatera tidak kehilangan semangat untuk terus memberikan kontribusinya dimedan dakwah yang terhimpun dalam FULKT, agar nantinya kebangkitan Umat ini akan seiring dengan geliat kebangkitan teknologi. Tidak mungkin, mengapa? Karena kebangkitan umat adalah bangkitnya dunia teknologi.

Kamis 30 Agustus 2007,jam 22:30 WIB

Koordinator Sentra Komunikasi Wilayah I Sumatera

Riza Zaimun

Harapan Pelaksanaan Rakorwil


Assalamuaalaikum wr wb
Alhamdulillah, apa yang direncanakan senkomwil dalam waktu dekat ini berjalan dengan baik, persiapan rakorwil yang akan dilaksanakan pada tanggal 9,10,11 november yang akan datang tinggal satu bulan lagi, sedangkan kerja yang sudah tim senkomwil adalah baru pembentukan panitia dan memberikan Up-Grading yang dilakukan pada saat tanggal 30 september yang lalu, dan kemudian senkomwil sudah mengirimkan undangan keseluruh LDKT yang terdaftar di senkomwil1 sumatera, sekarang panitia sedang mendistribusikan proposal keseluruh Instansi yang ada disumbar. Ada hal baru yang sedang dipikirkan senkomwil sekarang yaitu tentang pembentukan CV.GST untuk wilayah sumatera, Insyaallah rakorwil nanti segera di loncingkan, ayo..semuanya yang tergabung dalam dakwah keteknikan, kemengan dakwah ini dah didepan mata, jangan menunda-nunda lagi..seamngat lah..Insyaallah panitia akan rapat lagi minggu tanggal 21 September 2007.

PERSIAPAN RAKORWIL

Hanya harapan yang bisa di utarakan untuk keinginan besar yang akan kita wujudkan dalam pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah I Sumatera nantinya. Pelaksanaan Rakorwil hanya dalam hitungan hari lagi..harapannya ada kesiapan kita dalam menyambut geliat dakwah keteknikan ini, mari kita rapatkan lagi langkah kita dalam jihad teknologi ini, jangan pernah berfikir untuk mundur dalam perjungan awal ini, kerja kita masih banyak dalam FULDKT. Kerja besar dimulai dengan hal yang kecil. Tanggal 9,10,11 November 2007 tinggal beberapa hari lagi, belum terlambat ihwahfillah untuk berusaha menghadiri Rakorwil ini, Insyaallah kami dari Foristek,Forsipol Unand dan Formis FT UNP sedang mempersiapkan segala kebutuhan agenda Rakorwil ini, tetap semangat. Kami tunggu kehadiran ikhwahfillah di kampus Biru Universitas Andalas
Segera kirimkan gerakan seribunya ke rekening ini
Donasi untuk kelancaran Da'wah dak Kegiatan di Rakorwil
Rekening Foristek
No Rekening Foristek : 9044472299

Atas Nama : Rahmat Faisal
Bank Muamalat Cabang
Padang



UNTAIAN SEJARAH FULDKT

UNTAIAN SEJARAH FULDKT

Silaturrahim ke berbagai Lembaga Da'wah Kampus (LDK) merupakan salah satu program kerja Bidang Hubungan Antar Lembaga (HAL) Keluarga Muslim Teknik (KMT) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Acara silaturrahim, oleh sebagian Aktivis Da'wah Kampus (ADK) lebih dikenal dengan sebutan anjangsana. Sebagai LDK Teknik yang tergolong muda, KMT yang saat itu berusia 5 tahun atau lebih dikenal dengan istilah KMT V berusaha belajar dari berbagai LDK lain baik di dalam kampus UGM maupun di luar kampus. Dengan frekuensi silaturrahim yang cukup tinggi, para staff di Bidang HAL membuat istilah yang agak unik yaitu "anjangsana" dan "anjangsini". Mereka memberi nama anjangsini jika silaturrahim dilaksanakan di dalam fakultas teknik UGM dan anjangsana untuk silaturrahim di luar fakultas teknik UGM.

Saat itu Ketua KMT V dijabat oleh akh Imam Maulana (T.Mesin '99), sedangkan Kepala Bidang HAL dijabat oleh akh Tika Iswara (T.Fisika '00). Salah satu sasaran anjangsana KMT V yaitu LDK Fakultas Kedokteran UGM atau dikenal dengan nama KALAM. Dari hasil anjangsana diperoleh beberapa hasil penting yang dibawa pulang oleh staff Bidang HAL. "Oleh-oleh" dari anjangsana tersebut yaitu beberapa file hasil pertemuan tingkat nasional LDK Fakultas Kedokteran se Indonesia.

Berbekal sebuah azzam dan pertolongan dari Allah SWT, ikhwah dari KMT V tergugah semangatnya untuk mengikuti langkah KALAM. Ketika rapat Pengurus Harian (PH), ketua KMT memberikan amanah kepada Kepala Bidang HAL agar mengadakan acara Silaturrahim Nasional LDK Teknik se Indonesia.

Seusai rapat PH, Kabid HAL segera berkonsolidasi dengan para staffnya untuk merencanakan agenda besar tingkat Nasional tersebut. Untuk menyelenggarakan agenda besar tersebut, Bidang HAL membentuk Tim Pengkonsep untuk merumuskan berbagai hal yang akan dibahas pada acara Silaturrahim Nasional Lembaga Da'wah Kampus Teknik (SNLDKT). Tim pengkonsep terdiri dari 9 orang. Tim pengkonsep melakukan syuro dari tanggal 3 – 17 Maret 2003. Dengan berbekal sebuah azzam, alhamdulillah Tim Pengkonsep telah menyelesaikan tugasnya dan merencanakan acara SNLDKT pada tanggal 18 – 20 April 2003.

Pertemuan ADK Teknik selama 3 hari tersebut telah membuahkan hasil yang sangat penting bagi pergerakan da'wah khususnya di bidang teknik. Setelah melalui beberapa kegiatan, pada hari kedua forum musyawarah menyepakati perlunya dibentuk sebuah forum yang menghimpun LDK Teknik di Indonesia. Setelah diperoleh sebuah kata sepakat mengenai perlunya sebuah forum yang menghimpun LDK Teknik di Indonesia, panitia segera mempersiapkan berbagai prasarana untuk membahas format forum yang akan dibentuk.

Pembahasan format forum dilakukan melalui acara Musyawarah Nasional (MUNAS) Lembaga Da'wah Kampus Teknik (LDKT). MUNAS LDKT telah menghasilkan berbagai keputusan penting diantaranya mengenai format forum yang kemudian diberi nama Forum Ukhuwah Lembaga Da'wah Kampus Teknik (FULDKT). FULDKT bukanlah sebuah organisasi namun merupakan sebuah forum besar yang meliputi berbagai jaringan LDK Teknik di Indonesia yang memiliki sebuah visi "Terbentuknya ukhuwah yang solid, da'wah yang produktif dan profesionalisme masyarakat teknik yang Islami".

Sabtu, 07 Juni 2008

Perjalanan Ke Aceh

Perjalanan Ke Aceh


Rekreasi terbaik itu adalah bekerja itulah yang di katakana Imam sehingga kamipun selaku Sentra Komunikasi Wilyah Sumatera-Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Kampus(FULDKT) melakukan perjalanan ke Nanggore Aceh Darusssalm(NAD) dalam rangka kerja dakwah yang dilakukan untuk mensosialisasikan FULDKT diseluruh Kampus Teknik di sumatera. Perencanaan awalnya yang berangkat itu adalah 4 orang namun akhirnya karma suatu dan lain hal dan kendala yang kami terima terutama masalah dana, akhriunya yang berangkat itu sebanyak 2 orang. Yaitu koordinator senkomwil sumatera akh Riza Zaimun dan Koordinator Departemen Syiar Akh Okta Firnanda.

Perjalanan yang kami lakukan sungguh perjalanan yang biasa saja, namun cukuplah untuk mengukir sejarah yang ada. Kami berangkat pada tanggal 6 februari 2008 pada jam 13:20 Wib naik Bus kurnia di By Pass..dengan mengucapkan bismillah dan melantunkan doa naik kendaraan akhirnya kami memulai perjalanan kami dari Padang, didalam perjalanan kami hampir saja dapat musibah pada jam 2 malam bus yang kami naiki rupanya naik seorang pencopet yang duduk memakai baku temple pada malam itu.Untung saja akh riza cepat bangun pada waktu itu padahal dompet beliau dah keluar tinggal di ambil saja oleh pencopet, ketika akh riza tahu dompetnya dah keluar dari sakunya, akh riza cepat-cepat untuk mengamankan dompetnya yang berisi uang untuk ongkos bus dan konsumsi di jalan…Astagfirullah..Alhamdulillah itulah yang terucap dengan muka yang agak sedikit cemas..rupanya setelah dikomunikasikan dengan penumpang yang ada, sebelum pencopet itu berjalan ke bangku kami, sudah terjadinya juga di belakang bangku kami seorang bapak-bapak yang sudah jatuh dompetnya lalu bapak itu berteriak ke kenektur bus untuk di hidupkan lampunya.

Lalu kami sampai dimedan pada jam 14:20 wib, 7 februari 2008 dan kami diturunkan di pondok kelapa pollnya Kunia untuk di transfer ke bus kurnia yang lain menuju ke Aceh..sebelum di transfer kami mandi dulu dan akh okta membelikan sedikit makanan sambil kami nikmati bersama teman lama akh riza yang ada di Medan yaitu akh Agus di waktu MAN dulu. Jam 16:30 kami berangkat dari medan menuju aceh sambil di lepaskan oleh Akh agus. Beberpa jam perjalanan kami sampai di kota banda Aceh pada jam 05:30 wib,jumat 8 Februari 2008, Kemudian kami langsung mencari Mesjid terdekat untuk melaksanakan shalat subuh..setelah shalat subuh kami langsung menghubungan ketua Forum Anuek Teknik (FUAT) Unsyiah yaitu Akh Zuhri untuk mengabarkan bahwa kami sudah sampai di kota Banda Aceh. Sepuluh menit kemudian kami di jemput akh Zuhri kemudian kami di bawa kerumah penginapan wuno, simpang BRI Darussalam. Kemudian kami di ajak sarapan pagi,Kemudian kami Istirahat sambil menunggu datangnya waktu jumat. Kemudian kami peregi ke mesjid Raya Baiturrahman untuk melaksanakan shalat jumat yang ditemani oleh akh Putra yang Sekumnya FUAT.

Setelah jumat kami langsung pulang dan kami di ajak makan siang terlebih dahulu sebelum pergi acara yang telah di persipakan, pada jam14:00 acara dimulai untuk pembukaan dan kata sambutan ketua FUAT dan kemudian langsung diserahkan oleh akh Riza zaimun selaku koordinator senkomwil untuk menyampaikan sosialisasi FULDKT, acara di selingi diskusi banyak pertanyaan dari ikhwannya yang ambisi mengetahui tentang FULDKT sehingga diskusipun dilanjutkan lagi setelah ashar.

Acara selesai sebelum waktu maghrib datang, kemudian malamnya kami melakukan silaturrahim keberapa orang teman-teman akh Riza yang ada dibanda di banada aceh, kemudian pada hari sabtunya 9 februari 2008 kami di ajak oleh panitia acara untuk pergi rihlah ke sebuah tempat rekrasi ke ujung bate, pada hari minggu 10 februari 2008, kami di jemput langsung oleh panitia Universitas Malikul Saleh Lhoksumawe, ba’da magrhib kami berangkat dengan naik mobil bulan sabit merah Indonesia(BSMI), jam 03:00 malam kami sampai di lhosumawe dan langsung istirahat di tempat penginapan yang sudah disediakan, setelah shalat subuh kami sedikit menikmati keindahan kota lhoksumawe, jam 09:00 wib acara di mulai yang langsung di buka oleh Pembantu Dekan III Fakultas Tekinik, acara sangat menarik karna di irngi dengan diskusi. Sebelum dhuhur acara selesai, ba’da dhuhur kami di ajak makan siang terlebih dahulu,kemudian baru kami mencari tiket berangkat ke medan untuk langsung berangkat ke medan.

Jam 15:00 wib kami langsung berangkat dengan naik Bus Kurnia, kemudian kami langsung menuju langsung medan, sampai di medan jam 00:30 malam, kemudian kami sedikit panik karena ngak aman juga tengah malam berada di poll Bus kurnia, kemudian akh Riza langsung menghubungi kawannya yang bernama Sutardi dan kami nginap di medan selama semalam dan besoknya jam 11:00 wib, 12 Februari kami berangkat menuju padang kembali, akh Okta turun di bukit tinggi, dan akh Riza sampai di padang pada pukul 13:00wib. Inilah perjalanan yang kami lakukan diwaktu kunjungan ke Nad.

Senin, 29 Oktober 2007

PERSIAPAN RAKORWIL

Hanya harapan yang bisa di utarakan untuk keinginan besar yang akan kita wujudkan dalam pelaksanaan Rapat Koordinasi Wilayah I Sumatera nantinya. Pelaksanaan Rakorwil hanya dalam hitungan hari lagi..harapannya ada kesiapan kita dalam menyambut geliat dakwah keteknikan ini, mari kita rapatkan lagi langkah kita dalam jihad teknologi ini, jangan pernah berfikir untuk mundur dalam perjungan awal ini, kerja kita masih banyak dalam FULDKT. Kerja besar dimulai dengan hal yang kecil. Tanggal 9,10,11 November 2007 tinggal beberapa hari lagi, belum terlambat ihwahfillah untuk berusaha menghadiri Rakorwil ini, Insyaallah kami dari Foristek,Forsipol Unand dan Formis FT UNP sedang mempersiapkan segala kebutuhan agenda Rakorwil ini, tetap semangat. Kami tunggu kehadiran ikhwahfillah di kampus Biru Universitas Andalas
Segera kirimkan gerakan seribunya ke rekening ini
Donasi untuk kelancaran Da'wah dak Kegiatan di Rakorwil
Rekening Foristek
No Rekening Foristek : 9044472299

Atas Nama : Rahmat Faisal
Bank Muamalat Cabang
Padang



Senin, 03 September 2007

DAKWAH KAMPUS TEKNIK


KETERLIBATAN SUMATERA DALAM FORUM UKHUWAH LEMBAGA DAKWAH KAMPUS TEKNIK

Rasa Syukur yang tak akan terlupakan pada-Nya. Selawat yang tak akan pernah putus atas manusia mulia, manusia paling jujur, manusia pemberani, manusia tercinta, manusia yang segala realita dan edialita, manusia yang seandainya kita berada di sampingnya pasti kita akan memeluknya dengan sangat erat yaitu Muhammad SAW, satu-satu qudwah hasanah dalam setiap perjuangan. Dan juga tidak lupa lupa rasa bangga dan terimakasih kami kepda akhi dan ukhti di seluruh Indonesia yang telah bergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus Teknik (LDKT), yang telah merintis sebuah amanah besar, sebuah agenda besar yang sangat kita harapkan mampu memberikan banyak mamfaat bagi gerak langkah dakwah kita kedepan.

Dalam amanah inilah Sumatera juga memberikan kontribusinys dalam dakwah Keteknikan ini, yang terhimpun pada mulanya bernama Silaturahim Nasional Lembaga Dakwah Kampus Teknik (SNLDKT) yang pada tanggal 18-20 April 2003 Keluarga Muslim Teknik UGM mencoba memfasilitasi sebuah pertemuan tingkat Nasional antara LDK Teknik yang tersebar di Indonesia dengan harapan besar dari sana akan terbentuk sebuah jaringan kerja antara LDK Teknik se-Indonesia, dan untuk menuju kesana dipikirkanlah rancangan Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Kampus beserta perangkat-perangkatnya, yang akhirnya di bahas dalam Munas I SNLDKT।

Memang, Sumatera baru bisa mengirimkan dari satu Universitas saja, yaitu Keluarga Mahasiswa Islam Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya (KALAM FT UNSRI), yang mengirimkan 4 orang sebagai delegasi untuk menghadiri Munas I di UGM dalam SNLDKT। Pada saat itu jalur komunikasi Nasional di bagi dalam VIII(delapan) Wilayah dan sumatera menjadi Sentra Komunikasi Wilayah I (SENKOMWIL I), dan KALAM FT UNSRI langsung ditunjuk sebagai penanggungjawab SENKOMWIL I Sumatera।

Senkomwil I Sumaterapun mulai untuk meningkatkan kontribusi dalam dakwah keteknikan ini। Sehingga Sumatera bisa mengirimkan delegasinya dari 3 universitas yang ada di sumatera untuk menghadiri Munas II dalam Forum Lembaga Dakwah Teknik(LDKT) yang dilaksakan pada tanggal 11-13 September 2004 di Universitas Brawijaya malang Jawa Timur, tiga kampus tersebut yaitu, KALAM FT UNSRI yang mengirimkan 4 delegasi, Forum Studi Islam Teknik Universitas Andalas (FORISTEK UNAND) yang mengirimkan satu delegasi saja dan AL-IQRO Institute Teknologi Medan(ITM) yang juga mengirimkan satu delegasi.

Kurang lebih selama tiga tahun KALAM FT UNSRI menjadi penanggungjawab SENKOMWIL I Sumatera dan Senkomwil I pun melaksanakan Musyawarah Wilayah I Forum Ukhuwah Lembaga dakwah Kampus (MUSWIL I FULDKT) yang dilaksanakan digedung Pasca Sarjana Unsri pada tanggal 3-5 september 2006 yang diikuti oleh KALAM FT UNSRI, PORSIPOL UNAND,Unipersitas Muhamadiyah Pelembang (UMP) dan FORISTEK UNAND sendiri.

Pada saat pelaksanaan MUSWIL I FULDKT Sumatera, Senkomwil mulai memikirkan perangkat-perangkat yang akan dilaksanakan untuk dua tahun mendatang, hasil dari MUSWIL I yaitu:

  1. Perluasan Jaringan Internal dan Eksternal
  2. Internal : LDKT yang ada di sumatera
  3. Eksternal : Lembaga-lembaga lain yang dapat menjadi pendukung
  4. Membentuk IIME (Institute of Indinesion Moslim Enginering) wilayah Sumatera
  5. Membentuk GST (Global Science and Tekhnologi) Wilayah Sumatera
  6. Berkoordinasi dengan GST Pusat : UNS
  7. Berkoordinasi dengan IIME pusat: Cendikia Teknik KMT UGM
  8. Sosialisasi FULDKT di kampus-kampus
  9. Mengkoordinir seluruh Elemen di bawahnya
  10. Fasilitator Kegiatan Dakwah Keteknikan Tingkat Sumatera
  11. Mobilisasi LDKT ke munas

Maka untuk mempermudah koordinasi dan komunikasi Senkomwil I, maka wilayah Sumatera di bagi dalam 5 Sentra komunikasi Daerah(SENKOMDA), mencakup SENKOMDA I yaitu wilayah NAD dan Sumatera Utara, SENKOMDA II mencakup Sumatera Barat dan Jambi, SENKOMDA III mencakup wilayah Riau dan Kepulauan Riau,SENKOMDA IV mencakup Sumatera Selatan,bangka belitung dan bengkulu, sedangkan SENKOMDA V yaitu Lampung। Dari hasil MUSWIL I inipun diamanahkan Forum studi Islam Teknik Universitas Andalas (FORISTEK UNAND) sebagai penanggungjawab Senkomwil I pada priode 2006-2008 mendatang.

Berakhir Muswil I, kemudian langsung di sambut dengan pelaksanaan Munas III yang di adakan pada tanggal 9-11 september 2006 di Universitas Indonesia (UI) depok. Senkomwil I juga menghadirkan tiga Universitas, namun mengalami peningkatan jumlah Orang. FORISTEK UNAND mengirimkan 4 delegasi , KALAM FT UNSRI mengirimkan 4 delegasi, dan FOSSI FT UNILA mengirimkan 2 delegasi yang secara keseluruhan di hadiri oleh 139 ikhwah dari 30 lembaga Dakwah Kampus Teknik di Indonesia.

Belum banyak yang bisa dilakukan Sumatera dalam dakwah Teknologi ini, paling tidak sumatera tidak kehilangan semangat untuk terus memberikan kontribusinya dimedan dakwah yang terhimpun dalam FULKT, agar nantinya kebangkitan Umat ini akan seiring dengan geliat kebangkitan teknologi. Tidak mungkin, mengapa? Karena kebangkitan umat adalah bangkitnya dunia teknologi.

Kamis 30 Agustus 2007,jam 22:30 WIB

Koordinator Sentra Komunikasi Wilayah I Sumatera

Riza Zaimun

SMA N 2 TAPAKTUAN

SMA N 2 TAPAKTUAN
Training Motivasi

PESANTERN AL-MUNJIYA LABUHAN HAJI

PESANTERN AL-MUNJIYA LABUHAN HAJI
Training ISQ

PEMUDA DAN PEMUDI KECAMATAN SAWANG, ACEH SELATAN

PEMUDA DAN PEMUDI KECAMATAN SAWANG, ACEH SELATAN
TRAINING MOTIVASI