Senin, 23 Juni 2008

DAKWAH AKADEMIS
Sebuah grand desain dalam menjawab tuntutan kontemporer dakwah kampus

Kampus ? Lagi-lagi kampus. Banyak sekian analis dakwah mengatakan bahwa barang siapa yang dapat menguasai kampus maka 20 tahun ke depan mereka akan memegang dunia. Artinya kondisi merah, hijau ataupun kuning dunia ini ada ditangannya. Mereka akan mengubah dunia dengan begitu mudahnya. Karena pada saat itu mereka adalah para leader, mereka adalah pemegang kebijakan.
Alasan yang menarik dari sekian alasan. Kampus dengan segala potensi positifnya akan mengantarkan kejayaan umat ini sebagaima pada saat umat Islam mencapai puncak kejayaan. Ini yang dijanjikan oleh Rasululah SAW. Mengapa ? Jelas bahwa kebangkitan Islam akan dimulai dengan kebangkitan umatnya. Kebangkitan umat akan dimulai dengan kebangkitan pemudanya. Dan siapa pemuda Islam yang paling potensial untuk itu ? Adalah mahasiswa jawabnya. Bukan yang lain dan hanya itu. Siapa mereka ? Adalah kita tentunya. Jadi bangkit tidaknya Islam adalah sejauh mana kita mampu merubah dunia ini. Karena kita adalah sumber potensi terbesar dan aset umat yang paling berharga.
Dakwah Kampus. Ada yang mengatakan kampus adalah miniatur sebuah negara yang mana banyak sekali pembelajaran penting dari sebuah pengelolaan bangsa. Ada pembelajaran ideologi. politik, ekonomi, sosial, seni dan budaya bahkan sampai pembelajaran intelegen dan keamanan. Semuanya bila dibingkai dalam ranah dakwah kampus akan menjadi kekuatan raksasa yang segera bangkit dari tidurnya. Artinya dari kampus akan menjadi akselerator kebangkitan umat yang sungguh sangat besar bahkan orang-orang kafir sampai mengatakan bahwa ini adalah sangat berbahaya. Inilah yang ditakuti musuh-musuh Islam. Sehingga banyak sekali para musuh Islam dengan berbagai cara menghancurkan para pemudanya.
Tuntutan kontemporer dakwah kampus. Tuntutan kontemporer dakwah kampus adalah sejauh mana peran yang kita punyai dalam menjawab tuntutan zaman. Peran ini menuntut adanya kompetensi atau spesialisasi. Tentunya profesionalisme kerja dakwah akan semakin produktif bila yang menjalankan adalah orang-orang yang ahli di bidangnya. Dakwah kampus dengan segala realitanya akan segera menjawab tuntutan dakwah. Kampus adalah pusat intelektual, pusat ideologis dan pusat keilmuan. Dari kampus potensi keilmuan adalah potensi tertinggi peradaban dunia. Sangat salah kiranya bila kampus hanya berorientasi pada profesionalisme lembaga dakwah kampus(LDK)nya saja tetapi tentunya akan terus dan berkembang dalam pengelolaan wilayah keilmuan. Ini peran utama dakwah kampus yang seharusnya menjadi sebuah meanstream gerakan dakwahnya. Mengapa ? Pertanyaan retorik itu sangat jelas jawabnya. Sebenarnya potensi dakwah yang paling produktif adalah pendekatan keilmuan bukan pendekatan harokiyah/ diniyah ansih. Sebagai contoh real adalah para mahasiswa akan lebih interest mengikuti kegiatan asistensi mata kuliah jurusannya daripada asistensi agama Islam. Pernyataan ini hampir dibenarkan oleh seluruh asisten agama Islam.
Kompetensi/ spesialisasi dalam paradigma produktifitas dakwah kampus. Gerakan dakwah kampus berbasis kompetensi tidak kemudian hanya dipahami secara parsial yaitu berkutat pada kehidupan akademik. Kompetensi/ spesialisasi tidaklah hanya dipahami dalam satu makna disiplin ilmunya saja. Tetapi sangat luas dan variatif walaupun memang disiplin ilmu menjadi jargon dalam menjual potensi ilmunya pada pendekatan dakwah akademik yang paling produktif. Pendekatan akademis adalah pendekatan yang paling representatif dalam gerakan dakwah kampus. Ini yang kemudian tidak boleh dilupakan.
Urgensi dakwah akademis. Begitu pentingnya potensi keilmuan sehingga menjadi sebuah gerakan dakwah (meanstream) yang sangat produktif. Amal ilmy adalah amal da’awy dalam pendekatan spesialis. Urgensi keilmuan adalah ruh yang paling mendasari gerakan JIHAD IPTEK (Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi). Tidak akan bangkit Islam tanpa adanya penguasaan IPTEKnya. Tidak akan adanya penguasaan IPTEK tanpa bangkitnya kehidupan keilmuan kaum muslimin. Tidak akan bangkit kehidupan keilmuan tanpa ruh dan tujuan mengapa kita harus berilmu. Sebagaimana Allah menurunkan ayat yang mulia dari Al-Quran berbunyi Iqra’ (bacalah). Iqra’ adalah inspirasi tertinggi dalam JIHAD IPTEK. Iqra’ adalah pintu awal keilmuan. Maka seyogyanya tuntutan dakwah kampus berbasis kompetensi ini mendapat respon yang luar biasa bagi aktivisnya. Maka seyogyanya tuntutan ini akan melahirkan rumusan yang paling strategis. Kesalahan dalam membuat strategi dakwah akademis akan membuat fatal dan bahaya bagi dakwah itu sendiri. Mengapa ? Karena kesalahan orientasi dakwah akan membawa pengaruh yang tidak kecil bagi dakwah itu sendiri.
Rambu-rambu dakwah akademis. Dakwah memang tidak semudah yang kita bayangkan. Keberhasilan dakwah akan dapat kita lihat bila sejauhmana kita sebagai seorang dai mampu memecahkan permasalahan umat yang semakin hari semakin kompleks. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam dakwah akademis adalah :
1. Dakwah akademis adalah hanya salah satu wajihah dakwah kampus.
2. Dakwah akademis adalah tidak melupakan wilayah dakwah strategis lainnya.
3. Dakwah akademis membutuhkan perangkat yang banyak selain mahasiswa adalah dosen, birokrat lembaga penelitian dan lain-lain.
4. Dakwah akademis hendaknya tidak merubah orientasi dakwah yang asasi yaitu perbaikan umat dan penegakan nilai-nilai Islam dimana dan kapanpun berada.
5. Dakwah akademis harus mempunyai sistem atau format yang matang sehingga pengelolaan kader tidak menjadi masalah dikemudian hari sebagaimana karena masalah ini adalah wilayah yang paling interest maka seluruh kader akan beralih peran sebagai akademisi-akademisi dengan alasan gerakan dakwah akademis dengan kemudian meninggalkan wilayah strategis lainnya.
6. Dakwah akademis adalah wilayah JIHAD Ilmy itu sendiri sehingga mereka tidak hanya mengejar nilai tetapi ilmu itu sendiri.
Strategi menuju dakwah akademis. Dalam sebuah grand desain tentunya akan kita temui apa itu yang namanya strategi dakwah akademis. Adapun kampus dengan segala tuntutan dakwah kampusnya maka harus ada strategic planning. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam strategi dakwah akademis :
1. Kader dakwah hendaklah dipahamkan akan urgensi dakwah akademis dan perlu adanya gerakan bersama kader dakwah dalam mengelorakan gerakan dakwah akademis.
2. Perlu adanya strategic planning of study in universiy.
3. Perlu adanya sistem yang matang.
4. Adanya fungsi kontrol dakwah akademik.
5. Adanya tim yang merumuskan, merencanakan, mengelola bahkan mengevaluasi gerakan dakwah akademis.
Ingat bahwa gerakan akademis adalah hanya sebagian kecil gerakan dakwah kampus. Hal itu hanya merupakan bagian saja dari prasarat dakwah kampus yang bersifat integral dan komprehensif. Dalam kaidah ushul fiqih dikatakan bahwa sesuatu itu akan menjadi wajib bila tanpa sesuatu itu maka tujuan tidak tercapai adanya. Keberhasilan dakwah kampus adalah hanya bagian kecil dari keberhasilan dakwah yang besar. Kebangkitan umat akan sangat nyata di depan mata kita manakala pengelolaan dari segmen kecil sebagaimana pengelolaan dakwah kampus lancar. Wallhu ‘alam bishshowab.

Aan Iswadi
Koordinator SENKOMNAS FULDKT 2004-2006
(Sentra Komunikasi Nasional Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Kampus Teknik) Se-Indonesia.

0 komentar: